Abis Sakit
Abis sakit enaknya ngapain ya? Makan yang enak2 setelah eneg ama bubur berhari-hari? tapi berhubung sakitnya tipes plus demam berdarah kayaknya blum bisa makan yang aneh2. Sempet dirawat masuk RS, di Qadr Islamic Tangerang. Dari hari minggu pas nikahannya Kak Lidya (6 maret 2005) sampe hari rabu. Lumayan deh 4 hari. Bete sepanjang hari di rumah sakit :(. Pas pulang rada mendingan tapi masih tetep bosen...:P. Sepanjang hari cuma baca buku, makan, tidur, mandi :D.
Alhamdulillah, 2 hari ini dah mulai ke kampus lagi. Bisa ngeweb, nebeng di jst...untung ada Barkah dan Elan yang bikin asik nongkrong d jst. KP masih blum ada kemajuan, Uyo harddisknya rusak...duh kacian. Buat yang pernah ngalamin pasti tau banget gimana betenya bermasalah dengan harddisk yang ngadat. Gatot juga lagi banyak problem...sakit pula tapi tetep maksain masuk kerja. Koq tiap kali ngomongin KP jadi secara otomatis ngomongin Uyo n Gatot ya?
Inut masih setia baca blog-ku ini ga ya? Pernah ada kejadian aneh yang agak menjengkelkan ketika Inut nanyain alamat blog ini. Masa' tiap kali kutulis alamatnya ga pernah nampil di window ye emnya Inut...aneh bgt deh. Si Inut saking penasarannya sampe nyari namaku di Google, eh yang dia dapet malah artikel di ukhuwah...Loh? kapan ya aku pernah menulis artikel itu??? Lupa deh.
Duh, pengen sedikit curhat nih tentang sebuah peristiwa yang kualami beberapa waktu yang lalu. Gini nih ceritanya...(ada yang bisa ngerti ga ya???)
Aku tak ingin bertemu, tak ingin dilihat. Entah mengapa diri ini merasa malu. Pengennya sih...tutupan muka, tapi...ntar disangkanya aku yg ga pengen liat. Takut malah dikira sombong...ih Ge eR! Seharian itu...rasanya aneh. Aku yang aneh atau...bukan aku yang aneh? Entahlah! Aku berusaha bersikap biasa tapi memang pada kenyataannya tak pernah berhasil. Aku bingung. Sms itu membuatku shock. Aku tak tahu pasti apa salahku. Aku tak mengerti...Again. Aku tahu aku bersalah tapi...salahnya dimana??? Tak bisa menemukan penjelasan yang tepat bahkan telepon pun tak menyelesaikan permasalahan itu. Aku tetap gelisah.
Pertemuan selanjutnya tak hanya gelisah yang terasa, kalut juga, takut juga, bingung...dah pasti lah. Aku tak sanggup menatap, takut. Aku bingung harus ngomong apa, apapun yang kukatakan...pasti akan sakit. Aku ingin lari dari semua ini, kabur dengan segala perasaan kalut yang ingin kubuang jauh2. Gelisah...gelisah...gelisah.
Kubatalkan janji dg seorang teman untuk menengok seorang rekan SMU yang baru saja melahirkan dan mengalami sebuah keracunan air ketuban. Katanya sih keadaannya cukup parah. Duh, Aku ingin sekali menjenguknya...tapi beban berat itu membuatku merasa harus tetap tinggal dan aku pun mengubah keputusan dalam waktu hanya bbrp detik. Aku menelpon dengan nada...ga tau deh...sulit didefinisikan. Yang pasti perasaanku ga enak dalam segala hal, baik pada yang sedang kutelpon maupun pada yang sedang kuhadapi. Hampa...Gamang.
Hari itu semuanya hancur. Jalinan yang kurajut dengan susah payah yang merubah keadaan tak menentu yang terjadi selama bertahun-tahun. Mungkin jalinan itu yang terlalu rapuh atau mungkin juga energi penghancur itu yang terlalu kuat. Aku tak tahu harus marah atau diam menahan semuanya. Aku merasa direndahkan, ternyata...diri ini begitu tak berharga, tak ada artinya. Aku tak mencari kesempurnaan tapi diri ini dituntut untuk mau disempurnakan. Bukankah...tak ada manusia yang sempurna???
Aku mundur. Tak sanggup untuk mengambil resiko yang terlalu meragukan bagiku. Aku mencoba bertahan. Tak ingin menampakkan sedikitpun kesedihan ini. Tiba2 saja aku ingin waktu berhenti, tak ingin pergi, tak ingin menghadapi hari esok. Aku sadar semua ini salah...tapi...beban ini terlalu berat untuk kubawa pergi, aku harus memastikan semuanya baik2 saja. Setidaknya di depan mataku.
Di akhir pertemuan, aku menang. Setidaknya aku merasa menang. Aku menginginkan untuk merasakan kemenangan karena aku tak ingin jadi pecundang. Walaupun aku direndahkan, aku takkan membiarkannya begitu saja. Aku hancur, sakit, menahan, berkeluh, bangkit, mencoba berdiri, dengan jerih, melangkah, lemah, tertatih, perlahan...tapi pasti. Aku tak ingin menoleh ke belakang walau semua kenangan itu seakan memanggil dan tak ingin biarkan aku pergi. Aku bahkan mencoba berlari...tapi...belum sempat aku berlari, baru akan melakukan ancang2...tiba2...semua kembali, mendatangiku, menggali kembali apa yang sedang kucoba untuk menguburnya. Ya Allah..apa arti dari semua ini? Apa hikmah yang belum dapat kutemukan dari semua peristiwa ini?
"Segala peristiwa pasti ada hikmahnya...tak dirasa sekarang? Mungkin nanti"
Alhamdulillah, 2 hari ini dah mulai ke kampus lagi. Bisa ngeweb, nebeng di jst...untung ada Barkah dan Elan yang bikin asik nongkrong d jst. KP masih blum ada kemajuan, Uyo harddisknya rusak...duh kacian. Buat yang pernah ngalamin pasti tau banget gimana betenya bermasalah dengan harddisk yang ngadat. Gatot juga lagi banyak problem...sakit pula tapi tetep maksain masuk kerja. Koq tiap kali ngomongin KP jadi secara otomatis ngomongin Uyo n Gatot ya?
Inut masih setia baca blog-ku ini ga ya? Pernah ada kejadian aneh yang agak menjengkelkan ketika Inut nanyain alamat blog ini. Masa' tiap kali kutulis alamatnya ga pernah nampil di window ye emnya Inut...aneh bgt deh. Si Inut saking penasarannya sampe nyari namaku di Google, eh yang dia dapet malah artikel di ukhuwah...Loh? kapan ya aku pernah menulis artikel itu??? Lupa deh.
Duh, pengen sedikit curhat nih tentang sebuah peristiwa yang kualami beberapa waktu yang lalu. Gini nih ceritanya...(ada yang bisa ngerti ga ya???)
Aku tak ingin bertemu, tak ingin dilihat. Entah mengapa diri ini merasa malu. Pengennya sih...tutupan muka, tapi...ntar disangkanya aku yg ga pengen liat. Takut malah dikira sombong...ih Ge eR! Seharian itu...rasanya aneh. Aku yang aneh atau...bukan aku yang aneh? Entahlah! Aku berusaha bersikap biasa tapi memang pada kenyataannya tak pernah berhasil. Aku bingung. Sms itu membuatku shock. Aku tak tahu pasti apa salahku. Aku tak mengerti...Again. Aku tahu aku bersalah tapi...salahnya dimana??? Tak bisa menemukan penjelasan yang tepat bahkan telepon pun tak menyelesaikan permasalahan itu. Aku tetap gelisah.
Pertemuan selanjutnya tak hanya gelisah yang terasa, kalut juga, takut juga, bingung...dah pasti lah. Aku tak sanggup menatap, takut. Aku bingung harus ngomong apa, apapun yang kukatakan...pasti akan sakit. Aku ingin lari dari semua ini, kabur dengan segala perasaan kalut yang ingin kubuang jauh2. Gelisah...gelisah...gelisah.
Kubatalkan janji dg seorang teman untuk menengok seorang rekan SMU yang baru saja melahirkan dan mengalami sebuah keracunan air ketuban. Katanya sih keadaannya cukup parah. Duh, Aku ingin sekali menjenguknya...tapi beban berat itu membuatku merasa harus tetap tinggal dan aku pun mengubah keputusan dalam waktu hanya bbrp detik. Aku menelpon dengan nada...ga tau deh...sulit didefinisikan. Yang pasti perasaanku ga enak dalam segala hal, baik pada yang sedang kutelpon maupun pada yang sedang kuhadapi. Hampa...Gamang.
Hari itu semuanya hancur. Jalinan yang kurajut dengan susah payah yang merubah keadaan tak menentu yang terjadi selama bertahun-tahun. Mungkin jalinan itu yang terlalu rapuh atau mungkin juga energi penghancur itu yang terlalu kuat. Aku tak tahu harus marah atau diam menahan semuanya. Aku merasa direndahkan, ternyata...diri ini begitu tak berharga, tak ada artinya. Aku tak mencari kesempurnaan tapi diri ini dituntut untuk mau disempurnakan. Bukankah...tak ada manusia yang sempurna???
Aku mundur. Tak sanggup untuk mengambil resiko yang terlalu meragukan bagiku. Aku mencoba bertahan. Tak ingin menampakkan sedikitpun kesedihan ini. Tiba2 saja aku ingin waktu berhenti, tak ingin pergi, tak ingin menghadapi hari esok. Aku sadar semua ini salah...tapi...beban ini terlalu berat untuk kubawa pergi, aku harus memastikan semuanya baik2 saja. Setidaknya di depan mataku.
Di akhir pertemuan, aku menang. Setidaknya aku merasa menang. Aku menginginkan untuk merasakan kemenangan karena aku tak ingin jadi pecundang. Walaupun aku direndahkan, aku takkan membiarkannya begitu saja. Aku hancur, sakit, menahan, berkeluh, bangkit, mencoba berdiri, dengan jerih, melangkah, lemah, tertatih, perlahan...tapi pasti. Aku tak ingin menoleh ke belakang walau semua kenangan itu seakan memanggil dan tak ingin biarkan aku pergi. Aku bahkan mencoba berlari...tapi...belum sempat aku berlari, baru akan melakukan ancang2...tiba2...semua kembali, mendatangiku, menggali kembali apa yang sedang kucoba untuk menguburnya. Ya Allah..apa arti dari semua ini? Apa hikmah yang belum dapat kutemukan dari semua peristiwa ini?
"Segala peristiwa pasti ada hikmahnya...tak dirasa sekarang? Mungkin nanti"
No comments:
Post a Comment